• Beranda
  • Kamar
    • Kamar Fiksi
    • Kamar Non-fiksi
  • Balkon
    • Ruang Santai
    • Ruang Pertemuan
    • Ruang Tokoh
  • Perpustakaan
    • Rak Sastra
    • Rak Saintek
    • Rak Agama
    • Rak Humaniora
  • Dapur
    • Tempat Masak
    • Wastafel
    • Rak Piring
    • Meja Makan
    • Ruang Pribadi
    • Musholla
Pinterest Twitter Intagram Facebook

Ketika Santri Bersastra

"sebuah upaya menerjemahkan cinta Tuhan melalui serangkaian kata-kata"

Sebuah Puisi
oleh : Choirul Anam

https://id.pinterest.com/pin/231442868329241825/


Kutemukan kau dalam sebuah buku usang
Tertimbun kata, tinta dan pena
Tergambar samar oleh jari-jari sang penyair

Sebelum puisi itu tersaji
Imajinasiku tumpah menjelma balutan kertas kusam
Membaur bersama angan-angan temaram

Andaikan aku jadi engkau
Akan kutulis sajak-sajak
Dalam kucuran arak dan semarak

Engkau pun kini jadi aku
Dan kau baca ribuan puisi-puisi itu
Tenggelam dalam hasrat penuh syahwat
Memuntahkan inspirasi dalam rangkaian kalimat

Senja takkan berubah jadi fajar
Selama buku tua itu masih membatu
Diam dan bisu


Yogyakarta, Maret 2016

Choirul Anam
Belajar Menulis di Pesantren Kreatif Baitulkilmah
Kasongan Permai
Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Sebuah Puisi oleh : Choirul Anam



Ia duduk di tepian waktu 
Menunggu sepucuk surat mendarat 
Dari sebuah tempat penuh kesumat 
pada malam mencari hasrat 

Ia terjaga di sepanjang tidur 
Menunggu kata-kata terlantur 
Dari ranum bibir membasah 
Dalam desah nafas tak teratur 

Sepanjang bulan menyapa 
Selangkah pun ia tak kan bergerak 
Meninggalkan penantian masa 
Surat dari sebuah mentari berbunga 

Ketika surat datang 
Dibaca penuh lantang gelora 
Hingga kata demi kata tertuang 
Tanpa pernah ada akhirnya 


Choirul Anam 

Gamping, 20 Maret 2018
Share
Tweet
Pin
Share
No comments

Sebuah Puisi

Oleh : Choirul Anam 

https://id.pinterest.com/pin/431853051759383825/


Di sebuah kampus, pedalaman
Dalam, ditengah modernisasinya agama dan peradaban
Terkungkung sepi akan suara
Dipandang sebelah mata

Di sebuah kampus yang hidup dikala senja
Disana budak-budak zaman menitipkan semangatnya
Berkelana jauh berbekal janji
Dharma baktinya bagi desa dan orangtua tercinta

Di sebuah kampus, kuliah senja
Kupandang bumi yang perlahan tenggelam dalam cakrawala
Kuundang bulan diatas rumpun pohon beringin
Padat, menyelami lautan buku dan kata

Di sebuah kampus, kutulis harapan
Siang berlalu senja datang memberi jawaban
Beradu dengan sang waktu
Bersatu dengan nafas ilmu pengetahuan
Di sebuah kampus, mahasiswa itu

Sebuah cita-cita luhur kian tercipta
Dari sebuah konsep keuniversalan agama
Sungguh, sungguh kelak dia menyinari mata dunia
Karena di sebuah kampus, di kaki langit senja itu
Mereka tak akan pernah berhenti berharap


Krapyak, 26 september 2014

Choirul Anam
Belajar di Pesantren Kreatif Baitul Kilmah
Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Older Posts

Sohibul Bait

Choirul Anam

"Selalu berusaha untuk lebih baik tanpa menyakiti orang lain" Silaturahim?

Jendela Sosial

  • Intagram
  • Twitter
  • Facebook

Etalase

  • Cerpen (3)
  • Esai (1)
  • Puisi (3)
  • Resensi (2)

Jamuan Terbaik

Seekor Kucing Yang Mati Tertabrak Mobil

Album

  • ▼  2018 (7)
    • ▼  Maret (7)
      • Desa Tempat Kita Kembali
      • Reuni di Rumah Duka
      • Buku Tua
      • Surat dari Bunga Matahari
      • Mengungkap Sisi Lain Sosok Yang Tidak Menikah
      • Tebu dan Makam di Tengah Sawah
      • Seekor Kucing Yang Mati Tertabrak Mobil
  • ►  2015 (1)
    • ►  Mei (1)
  • ►  2013 (1)
    • ►  Desember (1)

Warung Pojok

Penerbit dan Toko Buku Penerbit dan Toko Buku

Created with by ThemeXpose